Kebanyakan Manusia Lupa Tujuan Mereka Diciptakan

KEBANYAKAN MANUSIA LUPA TUJUAN MEREKA DICIPTAKAN
Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah
Sesungguhnya setiap kali manusia semakin mewah kehidupannya dan semakin gelamor, maka akan terbuka berbagai pintu keburukan yang akan menimpa mereka. Sesungguhnya kemewahanlah yang akan menghancurkan manusia, karena manusia jika dia memperhatikan kemewahan dan mengutamakan kesenangan jasadnya, maka dia akan lalai dari melakukan hal-hal yang akan membahagiakan hatinya dan jadilah ambisi terbesarnya memuaskan kesenangan badannya yang akan berakhir menjadi makanan cacing tanah dan membusuk.
Ini merupakan bencana dan inilah yang membuat manusia tertipu di masa ini.
Hampir-hampir engkau tidak menjumpai seorang pun kecuali dia mengatakan: “Apa istana kita? Apa mobil kita? Apa permadani kita? Apa makanan kita?” Sampai-sampai orang-orang yang membaca ilmu dan mengajarkan ilmu sebagian mereka mengajar semata-mata hanya karena ingin mendapatkan titel atau kedudukan untuk meraih kesenangan dunia. Seakan-akan manusia tidak diciptakan untuk tujuan yang besar. Padahal dunia dan kenikmatannya hanyalah sarana semata. Kita memohon kepada Allah agar menjadikan kita termasuk orang-orang yang menjadikan dunia sebagai sarana.
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata: “Sepantasnyalah seseorang menjadikan harta sebagaimana dia menggunakan keledai sebagai tunggangan dan sebagaimana dia menggunakan kamar kecil untuk buang air.” (Lihat: Majmu’ul Fataawa, 10/663, terbitan Majma’ Al-Malik Fahd –pent)
Lihatlah mereka para ulama itu mengetahui fungsi harta dan mengetahui kadarnya. Maka jangan engkau jadikan harta sebagai ambisimu yang terbesar. Tunggangilah harta, karena kalau engkau tidak menunggangi harta maka harta yang akan menunggangimu dan jadilah ambisi terbesarmu dunia.
Oleh karena inilah maka kami katakan: sesungguhnya manusia semakin dunia terbuka bagi mereka dan mereka memperhatikannya maka sesungguhnya mereka akan merugi di akhirat sesuai keuntungan yang mereka dapatkan dari dunia.
Nabi shallallahu alaihi was sallam bersabda:
فَوَاللهِ لاَ الفَقْرَ أَخْشَى عَلَيْكُمْ، وَلَكِنْ أَخَشَى عَلَيْكُمْ أَنْ تُبْسَطَ عَلَيْكُمُ الدُّنْيَا كَمَا بُسِطَتْ عَلَى مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ، فَتَنَافَسُوهَا كَمَا تَنَافَسُوهَا وَتُهْلِكَكُمْ كَمَا أَهْلَكَتْهُمْ.
“Demi Allah, bukanlah kefakiran yang aku khawatirkan akan menimpa kalian –maksudnya aku tidak mengkhawatirkan kefakiran akan menimpa kalian karena dunia akan dibukakan– tetapi aku mengkhawatirkan dunia akan dibukakan untuk kalian lalu akan menyebabkan kalian berlomba-lomba meraihnya sebagaimana orang-orang sebelum kalian berlomba-lomba meraihnya, sehingga dunia pun akan membinasakan kalian sebagaimana telah membinasakan mereka.”
(HR. Al-Bukhary no. 3158 dan Muslim no. 2961 –pent)

Benarlah Ar-Rasul shallallahu alaihi was sallam. Inilah yang telah membinasakan manusia pada hari ini, yaitu berlomba-lomba meraih dunia dan merasa seakan-akan mereka diciptakan untuk dunia, bukan merasa bahwa dunia diciptakan untuk mereka, lalu mereka pun sibuk dengan hal-hal (dunia –pent) yang diciptakan untuk mereka sehingga melalaikan tujuan penciptaan mereka. Dan ini merupakan sikap yang terbalik. Kita memohon keselamatan kepada Allah.
Alih bahasa: Abu Almass
Senin, 29 Jumaadal Ula 1435 H

sumber: forumsalafy.net

0 komentar:

Pilih Name/URL untuk berkomentar, Cukup masukkan Nama tanpa memasukkan apa-apa di URL