Hakikat Dunia

oleh: Al Ustadz Idral Harits Hafizhahullah
Dunia adalah salah satu musuh yang mencelakakan manusia.Di dalam banyak ayat,Allah Ta’ala selalu menyebut-nyebut dunia dalam bentuk celaan,agar orang-orang yang berakal tidak tertipu oleh dunia,di antaranya ialah:
Allah Ta’ala berfirman (Al hadiid 20):
ا‍‍‍‌علموا أنما الحياة الدنيا لعب و لهو وزينة وتفاخر بينكم وتكاثر في الأموال و الأولاد …..
Allah Ta’ala menerangkan tentang hakikat dunia,yang bagaikan tanaman yang mengagumkan orang yang kafir.Di khususkan penyebutan orang kafir dalam ayat ini ialah karena mereka adalah orang-yang yang sangat besar kekagumannya terhadap dunia.Dunia adalah negeri mereka,yang untuk itulah mereka berusaha dan beramal.Orang-orang kafir adalah manusia yang sangat kagum terhadap perhiasan dunia,daripada kaum mukminin.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga telah menerangkan kepada kita kenyataan ini.Dari Abu Sa’id Al Khudri,beliau mengisahkan ketika mereka duduk di sekeliling mimbar,semntara Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam duduk d atas mimbar,lalu bersabda:
إن مما أخاف عليكم من بعدي ما يفتح عليكم من زهرة الدنيا و زينتها
Sesungguhnya yang aku takutkan menimpa kalian sepeninggalku adalah jika dibukakan kepada kalian sebagian keindahan dan perhiasan dunia (muttafaq ‘ alaihi).
Dunia ini manis lagi hijau,menarik,sangat menyenangkan,tetapi dia begitu rendah dalam pandangan Sang Penciptanya sendiri,sebagai mana dalam ayat ini,atau ayat lainnya (al an’am 32),(Muhammad 36),dll.
Begitu rendahnya dunia,nilainya di sisi Allah ilabh dari sehelai sayap nyamuk.
Demikianlah Allah menggambarkan dunia.Dalam surat Al Hadiid ini,Allah mengumpamakan kehidupan dunia seprti hujan yang turun setelah manusia putus asa merasakan kekeringan.Sebagaimana petani kagum dengan hijaunya sawah ladangnya yang subur,seperti itulah kagumnya orang-orang kafir terhadap dunia.
Di ayat lain,Allah menegaskan bahwa orang yang beriman itu tidak sama dengan orang kafir,seperti dalam surat Al qalam (35),karena itu berbeda pula cara mereka menilai dunia ini.
Artinya,orang yg beriman sudah tentu menjadikan dunia ini sebagai alat mencari ridha Allah dan surgaNya,bukan sebagai tujuan dan cita-citanya.Semoga Allah menyelamatkan kita dari tipuan dunia.
اللهم لا تجعل الدنيا أكبر همنا ولا مبلغ علمنا ولا تسلط علينا من لا يرحمنا
Ibnul Qayyim menerangkan pula,tidak sempurna keinginan terhadap akhirat dan tidak kokoh sikap zuhud terhadap dunia kecuali setelah dua cara pandang yg benar.
Yang pertama,betapa cepatnya dunia ini lenyap,menyusut dan habis.
Yang kedua,tentang akhirat yang pasti datang mendekat,kekal dan jauh lebih baik.
Semoga kita masih ingat bahwa dunia adalah penjara bagi orang yang mukmin dan surga bagi orang kafir.Karena itu bayangkanlah betapa pahitnya hidup orang yang terpenjara,mata lepas,tapi badannya terkurung.
sumber :Forum WhatsApp Salafy Indonesia

0 komentar:

Pilih Name/URL untuk berkomentar, Cukup masukkan Nama tanpa memasukkan apa-apa di URL