Semoga Allah merahmati asy-Syaikh Zaid al-Madkhali

Semoga Allah merahmati Syaikh kami dan orang tua kami, seorang yang sangat cerdas, pencari ilmu yang sangat pandai, orang tua yang penyayang

 Zaid bin Muhammad bin Hadi al-Madkhali

Semoga Allah menempatkan beliau di Jannah (Surga) Firdaus Tertinggi, bersama para nabi, para shiddiqin, para syuhada’, dan para shalihin.

Kami memohon kepada Allah agar memberikan pahala kepada kami dalam musibah yang menimpa kami ini, dan menggantikan untuk kami dengan yang lebih baik dari musibah tersebut

Sesungguhnya hanya milik Allah-lah apa yang Dia ambil dan apa yang Dia berikan. Segala sesuatu di sisi-Nya ada batas waktunya.

Demi Allah, sungguh hati ini benar-benar sedih, air mata mengalir, dan sungguh kami dengan berpisah denganmu wahai syaikh kami benar-benar sedih. Namun kita tidak mengatakan kecuali sesuatu yang membuat ridha Rabb kami Subhanahu wa Ta’ala.

Ya Allah … Tinggikanlah derajat beliau di ‘Illiyyin

Ya Allah … tulislah beliau termasuk dalam jajaran orang-orang shalihin.

Ya Allah … jadikanlah untuk beliau pahala para syuhada dan mujahidin,karena sesungguhnya beliau berjihad dengan jihad yang besar dengan pena dan lisan beliau.

Ya Allah … jadikanlah beliau berada di Jannah bersama para nabi dan para rasul

Ya Allah … kumpulkanlah kami bersama beliau di Negeri Abadi di Jannah Firdaus.

Bersama dengan itu semua, kami mengingat hadits Rasulullah Shallallahu ‘alahi wa Sallam “Apabila salah seorang di antara kalian di timpa suatu musibah, maka hendaknya dia ingat musibah berupa meninggalnya aku (yakni Nabi, pen). Karena itu (meninggalnya Nabi, pen) merupakan musibah paling besar.” hadits, dishahihkan oleh asy-Syaikh al-Albani rahimahullah. dan pada kedudukan hadits tersebut terdapat pembahasan.

Terakhir, aku sampaikan kepada keluarga Syaikh kami dan orang tua kami al-’Allamah Zaid, sebesar-besar belasungkawa, atas musibah ini. Aku memohon kepada Allah agar mengkaruniakan kepada mereka kesabaran dan sikap berharap pahala. Sesungguhnya yang kehilangan bukan keluarganya saja, bahkan kami (seluruh ahlus sunnah) juga sama-sama kehilangan.

رحم الله شيخنا ووالدنا العلامة النحرير والطالب النجيب والوالد الرحيم:

زيد بن محمد بن هادي المدخلي

وأسكنه الله الفردوس الأعلى مع النبيين والصديقين والشهداء والصالحين.
ونسأل الله العظيم أن يأجرنا في مصيبتنا هذه وأن يخلف لنا خيراً منها.
إن لله ما أخذ وله ما أعطى وكل شيء عنده بأجل مسمى
والله إن القلب ليحزن وإن العين لتدمع وإنا على فراق شيخنا لمحزونون ولا نقول إلا ما يرضي ربنا سبحانه وتعالى
اللهم ارفع درجته في عليين
اللهم اكتبه في عداد الصالحين
اللهم اجعل له أجر الشهداء والمجاهدين فإنه جاهد جهاداً عظيماً بقلمه ولسانه
اللهم اجعله في الجنة مع النبيين والمرسلين
اللهم اجمعنا به في دار القرار في جنة الفردوس
ومع كلّ هذا نذكر حديث رسول الله صلى الله عليه وسلم: “إذا أصيب أحدكم بمصيبة فليذكر مصيبته بي فإنها أعظم المصائب” والحديث صححه الشيخ الألباني رحمه الله وفيه مقال.
وفي الأخير أتقدم إلى أسرة شيخنا ووالدنا العلامة زيد بأعظم التعازي في فقيد أهل السنة السلفيين وأسأل الله أن يرزقهم الصبر والاحتساب فإنهم لم يفقدوه وحدهم بل فقدناه معهم


********

Pujian al-’Allamah asy-Syaikh Rabi’ hafizhahullah :
بسم الله الرّحمن الرّحيم قبل أنْ نبدأ في الدّرس، ادعوا اللهَ للشَّيخِ زيد المدخليّ رحمه اللهُ، انتقلَ إلى رحمةِ اللهِ ـ إنْ شاء الله ـ، فادعوا اللهَ له، فقد كان جبلاً في السُّنّة، وفي الدَّعوةِِ إلى اللهِ تبارك وتعالى، ونسأل اللهَ أنْ يُخلفهُ بخير. آمين، ادعوا اللهَ جميعًا بارك اللهُ فيكم.
Bismillahirrahmanirrahim. Sebelum memulain dars (yakni Dars Ma’arijul Qabul Jum’at malam, 14 Jumadal Ula 1435 H/14 Maret 2014, pen) Berdoalah kepada Allah untuk asy-Syaikh Zaid al-Madkhali rahimahullah, beliau berpindah kepada rahmat Allah – insya Allah – … berdoalah kepada Allah untuk beliau. Beliau adalah gunung dalam sunnah, dan dalam dakwah ke jalan Allah – Tabaraka wa Ta’ala.
Kita memohon kepada Allah agar menjadikan pengganti beliau dengan yang lebih baik. Amin.
Berdoalah kepada Allah kalian semua. Barakallahu fikum

Asy-Syaikh ‘Ubaid al-Jabiri hafizhahullah
Pertanyaan :
Kami mengharap dari anda, arahan tentang bagaimana sikap penuntut ilmu atas wafatnya ‘ulama sunnah?
Jawab :
Pertama kita katakan, Alhamdulillah atas Qadha’ dan Qadar-Nya. Hanya milik-Nya Subhanahu wa Ta’ala segala apa yang Dia ambil dan apa yang Dia ambil. Dia Allah Subhanahu wa Ta’ala sebagaimana kerajaan semuanya adalah milik-Nya, demikian pula segala perintah hanya milik-Nya.
Kedua, bukanlah hal yang asing, meninggalnya para ‘ulama, di semua tempat dan semua masa.
- Musibah terbesar yang dialami kaum muslimin adalah wafatnya Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, kemudian kepergian para shahabat setelah beliau, kemudian kepergian para imam.
- Karena Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memberitakan akan terjadinya hal ini, dalam hadits yang shahih. Yaitu hadits dari shababat ‘Abdullah bin ‘Amr radhiyallahu ‘anhuma, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah tidaklah mencabut ilmu ini sekaligus. Namun Allah mencabutnya dengan diwafatkannya para ‘ulama. Sehingga tidak tersisa lagi seorang ‘ulama pun. Maka umat manusia pun mengangkat pimpinan-pimpinan jahil. Mereka pun ditanya, lalu mereka pun berfatwa tanpa ilmu. Mereka itu sesat dan menyesatkan.”
Dari sisi lain, hadits ini mewajibkan sebuah kewajiban lain, yaitu bersimpuh dan terhubung dengan para ‘ulama sunnah yang masih tersisa. Serta mengambil ilmu dari mereka, memuji mereka, dan menghormati mereka.
Demikian pula, hadits tersebut mewajibkan kepadamu mendoakan para ‘ulama yang telah wafat di atas sunnah, semoga Allah mengampuni dan merahmati mereka, serta membalas mereka dengan kebaikan dari ahli Islam dan Sunnah.
(dalam kesempatan Dars Fadhl al-Islam, dars ke-2, Kamis malam, 12 Jumadal Ula 1435 H/13 Maret 2014)

Asy-Syaikh Muhammad bin Hadi al-Madkhali hafizhahullah
khutbah_binHadi
Dalam khuthbah Jum’at yang beliau sampaikan di Masjid Jami’ asy-Syaikh Zaid di Shamithah hari Jum’at kemarin, 13 Jumadal Ula 1435 H, dengan judul
“Kedudukan ‘ulama dalam Islam, dan meninggalnya mereka merupakan musibah”
Di antara petikan khutbah tersebut,
“Ketahuilah, bahwa musibah kita yang besar pada saat ini adalah wafatnya seorang imam Ahlus Sunnah wal Jama’ah di wilayah selatan negeri ini, Saudi ‘Arabia. Pembawa bendera Sunnah, Dakwah, Ilmu, dan Fiqh di negeri tersebut. yaitu Syaikhuna al-’Allamah al-Faqih (ahli Fiqh), al-Muhaddits (ahli hadits), al-Mufassir (ahli tafsir), al-Ushuli (ahli ilmu ushul) asy-Syaikh Zaid bin Muhammad bin Hadi al-Madkhali – semoga Rahmat dan Keridhoan Allah kepada beliau – Beliau telah kembali kepada Rabb-nya Tabaraka wa Ta’ala. Allah memilih beliau untuk berada di sisi-Nya. Kita semua berharap, semoga apa yang ada di sisi Allah lebih baik bagi beliau.
Sungguh beliau telah meninggalkan kebaikan yang sangat banyak.  Musibah ini sangat besar, berbicara tentang kehilangan ini sangat besar, namun demi Allah kita tidak berkata kecuali sesuatu yang membuat Allah ridha. Inna lillahi wa Inna ilaihi raji’un.
Sungguh hati ini bersedih, air mata mengalir, dan kami tidak berkata kecuali sesuatu yang membuat Allah ridha. Sungguh dengan berpisahnya engkau wahai Syaikh kami, kami semua bersedih.”
Transkrip khutbah selengkapnya bisa dilihat di  http://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=142860
Audio Khutbah bisa unduh di sini http://miratsul-anbiya.net/dari-miraath/


0 komentar:

Pilih Name/URL untuk berkomentar, Cukup masukkan Nama tanpa memasukkan apa-apa di URL