Tanggapan Al Ustadz Hasan Rasyid Lc atas Pernyataan (Membabi Buta) Khidir bin Sunusi Al Makassari

Bismillah.
Setelah mendengar ceramah  Khidir (kakak kandung dari Dzulqarnain) yang disampaikan di Panciro pada malam Jum’at kemarin, maka saya Hasan bin Rosyid-Kendari menyatakan bahwa pada manhaj saudara Khidir  sangat lemah dan rapuh sebagaimana sarang laba laba dengan beberapa alasan berikut:
1. Khidir berbicara seperti orang yang sedang kesiangan  Wallohul musta’an seakan-akan orang (yang) baru bangun dari tidurnya, berbicara dengan mengungkit-ungkit masa lalu yang tidak jelas kebenarannya tentang Ustadz Luqman (hafizhahullaah), padahal dia tidak mengetahui apa yang sedang terjadi di hadapan dia, dimana masya Allah hubungan al-Ustadz Luqman dan para asatidzah yang bersama beliau  sangat dekat dengan Asy-Syaikh Rabi’ dan Asy-Syaikh Muhammad bin Hadi hafidzahumalloh. Ana membuktikan sendiri ketika umroh bersama mereka para asaatidzah, dimuliakan oleh Asy-Syaikh Rabi’ dan Asy-Syaikh Rabi’ tsiqah terhadap mereka (para asaatidzah), tidak sebagaimana yang dikesankan oleh saudara Khidir. Wallahul Musta’an.  Demikian pula Asy-Syaikh Muhammad bin Hadi dan Asy-Syaikh ‘Abdullaah Al-Bukhari hafidzohumullohu jami’an. Semuanya memuliakan para asaatidzah. Bahkan Khidir sendiri yang umroh pada waktu itu juga tidak mampu bertemu dengan para masyayikh yang telah saya sebutkan, bahkan subhaanalloh salah seorang thaalibul jamiah yang bernama Thamrin yang bersama dengan Khidir berupaya untuk mengajak ana dan al-Ustadz Abdurrohim bersama Khidir kerumah Asy-Syaikh ‘Abdullaah Al-Bukhari dan anehnya si Thamrin menyebarkan terlebih dahulu berita tersebut baru kemudian menghubungi ana setelah itu dan ana pun menolak pada waktu itu, karena ana telah mengetahui sifat membabi buta yang ada pada Khidir.
2. Apa yang disampaikan oleh saudara Khidir tentang penelponan Asy-Syaikh Hani maka ana katakan itu bukan dalil untuk kalian tapi hakikatnya itu adalah dalil atas kalian dengan beberapa alasan:
a. Bukankah Asy-Syaikh Hani’ dalam telpon tersebut men-tahdzir Ja’far Shalih? Dan bersama Ja’far Shalih ada Abdul Barr, Ali Basuki dan lain-lain. Apakah jujur saudara Khidir dan Dzulqarnain siap untuk mentahdzir dan meninggalkan  mereka semua? Saya menyangka itu bukan manhaj kalian yang cenderung persatuan- persatuan sekalipun berwarna warni (campur aduk) tidak menampakkan sifat tamayyuz dan mufaasholah (tampil beda dan memisahkan diri dari kebatilan-kebatilan dan pelakunya )

0 komentar:

Pilih Name/URL untuk berkomentar, Cukup masukkan Nama tanpa memasukkan apa-apa di URL